Warga mesir teruh mengarahkan kekuatannya untuk mewujutkan terjadinya "hari penurunan" yang memaksa Presiden Hosni Mubarak untuk mundur setelah ia mengatakan mempunyai keinginan untuk melakukan hal tersebut. namun, keinginan mundur tersebut dibatalkan,karena ia mengaku khawatir akan terjadi kekecauan. dalam kemunculannya untuk kali pertama sejak pecahnya protes selama 11 hari,Mubarak menunjuk biang keladi semua ini adalah pihak oposisi dari Muslim Brotherhood,
kemudian pihak regionalnya, Iran meminta para tentara untuk bergabung dengan pengunjuk rasa untukmenciptakan sebuah negara republi islam.Namun,kiblat islam banyak mendapat penilakan di kalangan pengunjuk rasa yang kebanyakan warga kelas menengah dan sekuler.
mereka memenuhi undaran Tahrir dan menjadi episentrum dari opesisi rezim Mubarak. mereka menyebut kami muslim Brotherhood, bukan sama sekali. Kami bukan anggota mereka, kami warga biasa,tandas hathim,seorang insinyur.Warga terus membanjiri kairo tengah,Jmat (4/2) kemarin. Mereka berharap bisa mengumpulkan kembali satu juta masa kuat untuk mempercepat pelengseran sang presiden.
AS bersama sekutu dan sponsor presiden bersama militer yang berpengaruh,secara diam - diam bekerja dibalik layar agar Mubarak mau menyerahkan kekuasaannya. namun,Mubarak menegaskan, kepergiannya akan menimbulkan kekacauan. dan ,hal tersebut tak menyurutkan pergolakan massa yang merebak dari para pengguna internet hingga mssa islam dengan menyebut Jumat sebagai hari pelengseran.
banyak warga merasa unjuk rasa belumlah cukup dan hari- hari normal bisa dimulai lagi setelah gangguan berjalan sejak 25 januari. banyak jga berharap Mubarak segera turun. AS bersama sekutu- sekutu Barat enggan menyerukan agar dia mundur sekarang dan menyarankan segera memulai transisi.
Angkatan senjata yang memeikan peran penting tampaknya menimbang - nimbang dukungannya. mereka membiarkan massa mengeluarkan unek - uneknya dalam aksi yang tak pernah terjadi sebelumnya.
mubarak tolak mundur
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar